Cara memilih telur segar dan berkualitas penting diketahui oleh setiap orang, terutama karena telur merupakan salah satu bahan makanan yang hampir selalu tersedia di dapur. Meski terlihat sederhana, tidak semua telur yang dijual di pasaran memiliki tingkat kesegaran yang sama. Banyak konsumen masih memilih telur berdasarkan ukuran atau harga tanpa memperhatikan kondisi fisik dan kualitasnya secara menyeluruh. Akibatnya, tidak sedikit yang tanpa sadar membeli telur yang sudah lama disimpan atau bahkan mulai rusak atau busuk.
Padahal, kualitas telur dapat memengaruhi rasa makanan, kandungan nutrisi, hingga keamanan pangan. Telur yang tidak segar berisiko mengalami penurunan kualitas dan dalam kondisi tertentu dapat meningkatkan potensi kontaminasi bakteri. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara memilih telur yang baik sebelum membelinya.
Melalui artikel ini, kamu akan mempelajari ciri-ciri telur segar, tips memilih telur berkualitas saat berbelanja, metode mengecek kesegaran telur di rumah, hingga tips penyimpanan yang tepat agar telur tetap awet dan aman dikonsumsi.
Pentingnya Memilih Telur Segar untuk Konsumsi Sehari-hari
Memilih telur segar berkualitas bukan hanya soal mendapatkan rasa yang lebih enak, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan. Menurut FDA, telur yang retak atau disimpan pada suhu yang tidak sesuai memiliki risiko lebih tinggi terkontaminasi bakteri Salmonella. Bakteri ini dapat menyebabkan berbagai gangguan pencernaan seperti diare, muntah, demam, dan kram perut, terutama pada anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem imun yang lemah.
Selain faktor keamanan, kesegaran telur juga berpengaruh besar terhadap hasil masakan. Putih telur yang masih kental mampu menghasilkan tekstur yang lebih baik pada kue, roti, maupun masakan sehari-hari. Kuning telur segar juga memiliki bentuk yang lebih bulat dan tidak mudah pecah saat dimasak. Karena itu, memahami cara memilih telur yang tepat dapat membantu kamu mendapatkan bahan makanan berkualitas sekaligus menghindari pemborosan akibat telur yang sudah rusak.
7 Cara Memilih Telur yang Berkualitas Baik Sebelum Membeli
Memilih telur yang berkualitas tidak cukup hanya dengan melihat ukuran atau harga yang ditawarkan. Ada beberapa indikator yang dapat membantu kamu menilai tingkat kesegaran dan kualitas telur sebelum membelinya. Mulai dari kondisi cangkang, tekstur permukaan, hingga jenis telur yang dipilih, setiap aspek dapat memberikan petunjuk mengenai kualitas produk yang akan kamu konsumsi. Dengan memahami cara-cara berikut, kamu dapat mengurangi risiko membeli telur yang busuk, sudah lama disimpan, rusak, atau tidak sesuai dengan kebutuhan. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan saat memilih telur.
1. Periksa Kondisi dan Warna Cangkang Telur
Salah satu ciri telur segar yang paling mudah yaitu dengan melihat kondisi cangkangnya. Pilihlah telur yang memiliki warna cerah dan merata sesuai jenisnya. Telur yang berwarna coklat muda hingga coklat tua umumnya adalah telur ayam ras umum, sedangkan telur ayam kampung cenderung berwarna putih atau krem.
Selain memperhatikan warna, perhatikan juga kebersihan dan keutuhan cangkang. Hindari telur yang terlihat kusam, memiliki bercak hitam menyerupai jamur, retak, berlubang, atau bahkan bocor. Retakan sekecil apa pun dapat menjadi jalan masuk bagi bakteri dan mempercepat penurunan kualitas telur.
Cangkang yang bersih dan utuh menunjukkan bahwa telur ditangani dengan baik selama proses distribusi dan penyimpanan. Oleh karena itu, pemeriksaan visual menjadi langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan saat memilih telur.
2. Rasakan Tekstur Permukaan Cangkang Telur
Telur segar biasanya memiliki permukaan yang sedikit kasar ketika disentuh. Tekstur ini berasal dari lapisan pelindung alami yang disebut kutikula, yang berfungsi menjaga telur dari kontaminasi mikroorganisme dan mengurangi kehilangan kelembapan.
Sebaliknya, telur yang sudah lama disimpan cenderung memiliki permukaan yang lebih licin dan mengkilap karena lapisan kutikulanya mulai menipis atau aus. Kondisi ini sering kali menjadi tanda bahwa telur telah mengalami penyimpanan dalam waktu yang cukup lama. Tip praktis yang dapat dicoba, pegang beberapa telur secara bergantian dan pilih yang memiliki permukaan sedikit kesat karena umumnya lebih segar dibandingkan telur yang terasa terlalu licin.
3. Cek Tanggal Kemasan (Pack Date & Best Before)
Jika membeli telur dalam kemasan supermarket, selalu luangkan waktu untuk membaca informasi pada label. Dua informasi yang paling penting adalah tanggal pengemasan dan batas konsumsi terbaik. Pack date berarti tangga; telur dikemas atau didistribusikan, sedangkan best before adalah batas waktu terbaik untuk menjaga kualitas produk.
Banyak orang hanya fokus pada tanggal best before, padahal tanggal pengemasan juga sangat penting. Semakin dekat tanggal pengemasan dengan tanggal pembelian, semakin besar kemungkinan telur masih dalam kondisi segar dan tidak mengeluarkan aroma tidak sedap.
Idealnya, pilih telur dengan tanggal kemasan paling baru meskipun tanggal best before antarproduk terlihat sama. Cara ini membantu kamu mendapatkan telur dengan masa simpan yang lebih panjang setelah dibawa pulang
4. Lakukan Tes Guncang (Shake Test)
Tes guncang telur merupakan metode sederhana yang dapat dilakukan tanpa merusak cangkang. Caranya cukup mudah, yaitu dengan mendekatkan telur ke telinga lalu mengguncangkannya secara perlahan.
Apabila tidak terdengar suara dari dalam cangkang saat diguncang, telur tersebut umumnya masih berada dalam kondisi segar. Sebaliknya, jika terdengar suara cairan yang bergerak di dalam cangkang, kualitas telur mungkin sudah menurun.
Hal ini terjadi karena seiring bertambahnya usia telur, kantung udara di dalamnya akan membesar akibat penguapan air melalui pori-pori cangkang. Akibatnya, isi telur memiliki ruang gerak lebih besar sehingga menghasilkan suara saat diguncang. Meskipun bukan metode yang 100% akurat, tes ini cukup membantu sebagai pemeriksaan awal sebelum membeli telur.
5. Sorot dengan Cahaya (Candling)
Candling adalah teknik yang sering digunakan untuk memeriksa kualitas telur tanpa memecahkannya. Metode ini dapat dilakukan menggunakan senter atau sumber cahaya yang cukup terang. Caranya yaitu dengan menempelkan cahaya atau senter pada bagian bawah telur, amati bagian dalam telur dari sisi yang berlawanan.
Telur segar biasanya memiliki kuning telur lebih terang dan berada di posisi tengah dan kantung udara berukuran kecil. Sebaliknya, telur yang sudah lama disimpan akan menunjukkan bayangan lebih besar pada salah satu ujungnya karena kantung udara membesar. Metode ini banyak digunakan dalam industri telur karena mampu memberikan gambaran kualitas internal tanpa harus membuka cangkang.
6. Perhatikan Bentuk dan Aroma Telur
Bentuk telur dapat menjadi salah satu indikator kualitas yang perlu diperhatikan sebelum membeli. Telur yang baik umumnya memiliki bentuk oval yang proporsional dengan salah satu ujung yang sedikit lebih runcing. Bentuk ini menunjukkan bahwa proses pembentukan telur berlangsung secara normal pada induk ayam yang sehat. Selain itu, telur dengan bentuk yang seragam biasanya memiliki kualitas yang lebih konsisten. Karena itu, jangan hanya fokus pada ukuran telur saat memilih.
Sebaiknya hindari telur yang berbentuk bulat, terlalu lonjong, atau memiliki bentuk yang tidak simetris. Bentuk yang tidak normal terkadang menunjukkan adanya gangguan selama proses pembentukan telur. Telur yang berukuran terlalu kecil atau terlalu besar secara ekstrem juga perlu diperhatikan karena belum tentu memiliki kualitas yang optimal. Meskipun tidak selalu menandakan kerusakan, kondisi ini dapat menjadi pertimbangan tambahan saat memilih telur. Memilih telur dengan bentuk yang normal dapat membantu kamu mendapatkan produk yang lebih baik.
Selain bentuk, aroma telur juga penting untuk diperiksa. Telur segar umumnya tidak memiliki bau yang menyengat saat masih berada di dalam cangkang. Jika aromanya amis berlebihan, asam, atau bau tidak sedap dari telur maupun kemasannya, sebaiknya hindari produk tersebut. Bau yang tidak normal dapat menjadi tanda bahwa kualitas telur sudah menurun atau mulai rusak. Dengan memperhatikan bentuk dan aroma secara bersamaan, kamu dapat lebih mudah memilih telur yang segar dan layak dikonsumsi.
7. Pilih Telur Berdasarkan Jenis Kebutuhan (Kampung, Ras, atau Omega-3)
Selain memperhatikan kesegaran dan kondisi fisiknya, penting juga untuk memilih telur berdasarkan kebutuhan konsumsi. Saat ini terdapat beberapa jenis telur yang umum dijual di supermarket, seperti telur kampung, telur ras, dan telur omega-3. Masing-masing memiliki karakteristik, kandungan nutrisi, serta kegunaan yang berbeda sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga maupun pola makan tertentu.
Telur kampung umumnya memiliki ukuran yang lebih kecil dengan warna kuning telur yang lebih pekat dibandingkan telur ras. Jenis telur ini sering dipilih untuk konsumsi harian, pembuatan jamu, atau berbagai hidangan tradisional karena memiliki cita rasa yang lebih kuat. Sementara itu, telur ras menjadi pilihan paling populer karena ukurannya lebih seragam, mudah ditemukan, dan cocok digunakan untuk berbagai kebutuhan memasak, mulai dari lauk sehari-hari hingga pembuatan kue dan roti.
Bagi kamu yang menjalani pola makan sehat, telur omega-3 dapat menjadi alternatif yang menarik. Telur ini berasal dari ayam yang diberi pakan khusus sehingga mengandung asam lemak omega-3 lebih tinggi dibandingkan telur biasa. Meskipun secara fisik tidak jauh berbeda dengan telur ras, telur omega-3 umumnya memiliki label khusus pada kemasannya untuk menunjukkan kandungan nutrisi tambahan yang dimiliki.
Dengan menerapkan beberapa cara di atas, kamu dapat lebih mudah memilih telur yang segar, berkualitas, dan aman untuk dikonsumsi. Pemeriksaan sederhana seperti mengecek kondisi cangkang, tanggal kemasan, hingga aroma telur dapat membantu mengurangi risiko membeli telur yang kualitasnya sudah menurun. Semakin teliti kamu saat berbelanja, semakin besar peluang mendapatkan telur terbaik untuk kebutuhan sehari-hari. Setelah memilih telur yang baik, jangan lupa untuk mengecek kembali kesegarannya di rumah sebelum digunakan agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga.
Cara Cek Kesegaran Telur Setelah di Rumah
Setelah membeli telur, kamu tetap perlu memastikan kualitasnya sebelum digunakan. Hal ini penting karena tidak semua telur yang terlihat baik dari luar memiliki kondisi yang sama baiknya di bagian dalam. Untungnya, ada beberapa metode sederhana yang dapat dilakukan di rumah untuk mengecek kesegaran telur.
1. Tes Apung (Float Test), Paling Akurat
Tes apung telur merupakan salah satu metode paling populer dan mudah dilakukan untuk mengetahui tingkat kesegaran telur. Cara ini memanfaatkan perubahan ukuran kantung udara di dalam telur yang akan semakin besar seiring bertambahnya usia penyimpanan.
Cara melakukan tes apung yaitu dengan merendam telur ke dalam wadah yang berisi air dingin. Amati telur dalam air dingin setelah beberapa detik. Jika telur tenggelam dan dalam posisi tidur di dasar wadah, artinya telur masih segar dan layak dikonsumsi. Kondisi ini menunjukkan bahwa kantung udara di dalam telur masih kecil dan belum banyak kehilangan kelembapan, yang menandakan telur yang bagus. Telur dengan kondisi ini sangat ideal digunakan untuk berbagai kebutuhan memasak, mulai dari telur rebus hingga pembuatan kue dan pastry.
Baca juga: Tips Merebus Telur yang Benar dan Matang Sempurna
Apabila telur masih tenggelam tetapi salah satu ujungnya mulai terangkat, kualitas telur sudah mulai menurun meskipun masih aman dikonsumsi. Telur pada kondisi ini sebaiknya segera digunakan dan tidak disimpan terlalu lama agar kualitas rasa dan teksturnya tetap optimal.
Dan jika telur mengapung, sebaiknya jangan dikonsumsi. Posisi ini menunjukkan bahwa kantung udara di dalam telur telah membesar akibat hilangnya air dan karbon dioksida selama proses penyimpanan. Semakin besar kantung udara tersebut, semakin tinggi daya apung telur. Karena itu, telur yang mengapung biasanya sudah terlalu tua atau tidak lagi layak dikonsumsi, dan bisa dianggap sebagai telur busuk.
2. Perhatikan Bentuk Telur Setelah Dipecahkan
Selain tes apung, kamu juga dapat mengecek kualitas telur dengan mengamati tampilannya setelah dipecahkan. Putih telur yang masih segar akan terlihat tebal, padat, dan tidak langsung menyebar ke seluruh permukaan wadah. Kondisi ini menunjukkan bahwa struktur sumber protein di dalam telur masih terjaga dengan baik, terutama jika putihnya terlihat kental. Sebaliknya, putih telur yang sangat encer dan berwarna putih pucat biasanya menandakan bahwa telur telah disimpan cukup lama sehingga kualitasnya mulai menurun, dan saat kamu memecahkan telur, mungkin akan tercium aroma tidak sedap.
Kuning telur segar biasanya berbentuk bulat, tinggi, dan cembung di bagian tengah. Selain itu, membran yang membungkus kuning telur masih kuat sehingga tidak mudah pecah saat dipindahkan atau diolah. Jika ukuran kuning telurnya tampak datar, melebar, atau mudah pecah, tandanya telur sudah tidak terlalu segar.
Tips Tambahan Memilih Telur di Supermarket
Memilih telur di supermarket sering kali terasa lebih praktis karena produk sudah ditata rapi dan tersedia dalam berbagai pilihan merek maupun jenis. Namun, kemudahan tersebut tidak berarti kamu bisa langsung mengambil telur tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Meskipun secara fisik terlihat baik, kualitas telur dapat dipengaruhi oleh proses penyimpanan, distribusi, dan penanganan selama berada di rak penjualan.
Selain memperhatikan kondisi cangkang dan kesegaran telur, ada beberapa hal lain yang perlu dipertimbangkan saat berbelanja. Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu kamu mendapatkan telur yang lebih segar, memiliki masa simpan lebih panjang, dan tetap aman untuk dikonsumsi, serta memberikan manfaat telur yang lebih baik. Berikut beberapa tips tambahan yang dapat diterapkan saat memilih telur di supermarket.
1. Pilih Rak dengan Rotasi Stok Cepat
Salah satu cara memilih telur di supermarket yang sering diabaikan adalah memperhatikan perputaran stok pada rak penjualan. Rak yang sering diisi ulang umumnya menunjukkan bahwa produk tersebut memiliki tingkat penjualan yang tinggi sehingga stok lama lebih cepat tergantikan oleh stok baru. Kondisi ini meningkatkan peluang kamu mendapatkan telur yang lebih segar.
Sebaliknya, telur yang terlalu lama berada di rak berisiko mengalami penurunan kualitas meskipun masih berada dalam batas masa simpan yang aman. Oleh karena itu, tidak ada salahnya mengamati area rak terlebih dahulu atau memilih produk yang tampak baru ditata oleh petugas supermarket.
2. Perhatikan Suhu Area Display
Suhu penyimpanan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas telur yang bagus selama proses distribusi dan penjualan. Telur yang disimpan pada area sejuk cenderung lebih mampu mempertahankan kesegarannya dibandingkan telur yang terus-menerus terpapar suhu panas.
Paparan suhu yang terlalu tinggi dapat mempercepat penguapan air melalui pori-pori cangkang sehingga kantung udara di dalam telur membesar lebih cepat. Akibatnya, kualitas telur dapat menurun dan masa simpannya menjadi lebih pendek. Karena itu, pilihlah telur yang disimpan pada area display yang bersih, teduh, dan memiliki suhu yang terjaga.
3. Ambil Telur dari Bagian Belakang Rak
Tips sederhana berikutnya adalah mengambil telur dari bagian belakang rak jika memungkinkan. Pada banyak supermarket, petugas biasanya menerapkan sistem first in, first out (FIFO), yaitu menempatkan stok baru di bagian belakang dan stok yang lebih lama di bagian depan agar produk lama terjual terlebih dahulu.
Dengan mengambil telur dari bagian belakang, kamu berpeluang mendapatkan produk yang baru ditambahkan ke rak. Meskipun tidak selalu berlaku di semua toko, cara ini cukup efektif untuk membantu memperoleh telur dengan tanggal distribusi yang lebih baru dan masa simpan yang lebih panjang.
4. Periksa Kondisi Karton atau Kemasan
Selain memeriksa kondisi telur, jangan lupa memperhatikan kemasannya. Karton atau wadah telur berfungsi sebagai pelindung selama proses penyimpanan dan distribusi sehingga kondisinya dapat memberikan gambaran mengenai penanganan produk tersebut.
Hindari memilih telur yang berada dalam kemasan basah, robek, penyok, atau terlihat kotor. Kerusakan pada kemasan dapat meningkatkan risiko benturan yang menyebabkan retakan halus pada cangkang telur. Retakan yang sulit terlihat sering kali menjadi jalur masuk bakteri dan mempercepat penurunan kualitas telur.
5. Pilih Produk dengan Label Resmi
Saat membeli telur kemasan, sebaiknya pilih produk yang memiliki informasi lengkap dan label resmi dari produsen atau pemasok. Informasi seperti tanggal pengemasan, tanggal kedaluwarsa, berat produk, serta identitas produsen dapat membantu kamu menilai kualitas dan keamanan produk yang akan dibeli.
Selain itu, produk dari pemasok yang memiliki standar kualitas dan sertifikasi tertentu umumnya telah melalui proses produksi, penyimpanan, dan distribusi yang lebih terkontrol. Dengan memilih telur yang memiliki label resmi dan informasi yang jelas, kamu dapat berbelanja dengan lebih aman sekaligus memperoleh produk yang kualitasnya lebih terjamin.
Dengan menerapkan tips-tips di atas, peluang mendapatkan telur yang segar dan berkualitas akan semakin besar. Meskipun terlihat sederhana, kebiasaan memeriksa rak, suhu penyimpanan, kemasan, dan informasi produk dapat membantu kamu menghindari telur yang kualitasnya sudah menurun. Langkah ini juga menjadi pelengkap dari berbagai cara memilih telur yang telah dibahas sebelumnya sehingga kamu dapat membawa pulang produk terbaik untuk kebutuhan keluarga.
Cara Menyimpan Telur Setelah Dibeli
Memahami cara menyimpan telur setelah dibeli sama pentingnya dengan mengetahui cara memilih telur yang segar. Banyak orang sudah teliti saat membeli telur, tetapi kurang memperhatikan cara penyimpanannya di rumah. Padahal, penyimpanan yang tidak tepat dapat mempercepat penurunan kualitas telur, mengurangi kesegarannya, bahkan meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.
Dengan menerapkan cara menyimpan telur yang benar, kamu dapat mempertahankan kesegaran, rasa, tekstur, dan kandungan nutrisinya lebih lama. Selain itu, penyimpanan yang tepat juga membantu mengurangi risiko pemborosan akibat telur yang rusak sebelum sempat digunakan. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas telur setelah dibeli.
1. Simpan di Bagian Dalam Kulkas
Setelah membeli telur, simpan segera di dalam kulkas dengan suhu stabil di bawah 4°C. USDA merekomendasikan penyimpanan telur pada suhu 40°F (4°C) atau lebih rendah untuk membantu menjaga kualitas dan menghambat pertumbuhan bakteri. Hindari menyimpan telur di pintu kulkas karena area tersebut lebih sering mengalami perubahan suhu akibat aktivitas buka tutup.
2. Tetap Simpan dalam Karton Asli
Karton telur berfungsi sebagai pelindung dari benturan sekaligus membantu mencegah telur menyerap aroma makanan lain di dalam kulkas. Selain itu, karton juga membantu menjaga kelembapan yang lebih stabil dibandingkan jika telur disimpan secara terbuka.
3. Letakkan Ujung Runcing di Bawah
Saat menyimpan telur, posisikan bagian runcing menghadap ke bawah dan bagian tumpul menghadap ke atas. Cara ini membantu menjaga kantung udara tetap berada di bagian atas sehingga kuning telur tetap berada di tengah. Metode ini sering digunakan dalam industri pangan untuk mempertahankan kualitas telur selama penyimpanan.
4. Perhatikan Masa Simpan Telur
Secara umum, telur dapat bertahan sekitar 7–10 hari pada suhu ruang jika kondisi lingkungan mendukung. Namun, untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan, penyimpanan di kulkas tetap lebih disarankan. Dalam kondisi penyimpanan yang tepat, telur dapat bertahan sekitar 3–5 minggu dengan kualitas yang masih baik untuk dikonsumsi.
Dengan memahami cara memilih, mengecek kesegaran, dan menyimpan telur dengan benar, kamu dapat memastikan setiap telur yang digunakan tetap segar, aman, dan menghasilkan masakan yang lebih lezat untuk keluarga.
Dapatkan Telur Segar dan Berkualitas di Toko Yan!
Telur segar merupakan salah satu bahan makanan yang penting untuk menunjang kebutuhan nutrisi keluarga. Selain menjadi sumber protein yang mudah diolah, telur juga dapat digunakan dalam berbagai menu sehari-hari, mulai dari sarapan hingga hidangan utama. Oleh karena itu, penting untuk memastikan telur yang kamu beli berasal dari tempat yang terpercaya. Dengan begitu, kualitas, kesegaran, dan keamanan produk dapat tetap terjaga hingga sampai ke meja makan keluarga.
Toko Yan menyediakan berbagai pilihan telur berkualitas dengan kondisi yang terjaga dan siap digunakan untuk berbagai kebutuhan memasak. Mulai dari telur untuk konsumsi harian hingga pilihan telur dengan kandungan nutrisi tertentu, semuanya tersedia untuk memenuhi kebutuhan keluarga kamu. Dengan produk yang dipilih dari pemasok terpercaya dan ditangani dengan baik selama penyimpanan, kamu dapat berbelanja dengan lebih nyaman. Temukan produk terbaik dan nikmati pengalaman belanja kebutuhan sehari-hari yang lebih praktis di Toko Yan terdekatmu.
Referensi




